Transisi merupakan salah saktu elemen penting, baik dalam penyutradaraan maupun penyuntingan gambar. Seorang sutradara harus sudah memikirkan transisi yang tepat antara satu adegan dengan adegan lain, sehingga ia bisa mempersiapkan shot untuk diolah di meja editing. Begitupula dengan seorang editor yang mesti memahami fungsi dari transisi gambar.
Transisi membuat sebuah film/video lebih enak ditonton. Transisi akan semakin berhasil bila penonton tidak merasakan adanya transisi. Kehadiran transisi selalu ada, tapi tidak disadari. Transisi kadang terlewat dianggap dari bagian pembahasan padahal di setiap video pasti ada saja transisi yang digunakan. Berikut beberapa ragam jenis transisi yang perlu kamu pahami dan penggunaannya:
Dissolve

Jenis transisi yang sering diterapkan adalah dissolve. Teknik Dissolve adalah teknik transisi perlahan antara satu gambar ke gambar berikutnya. Dengan menggunakan teknik ini, saat transisi, kedua gambarmu akan terlihat seperti bertumpuk satu sama lain. Gambar pertama perlahan menghilang, sementara gambar berikutnya jadi semakin jelas. Cepat atau lambatnya transisi Dissolve berlangsung tergantung pilihan masing-masing pembuat film.
Dissolve menjadi sebuah cara untuk menunjukkan makna yang lebih dalam, menghubungkan adegan, bahkan berpengaruh pada efek spesial film. Selain itu Dissolve juga dapat menandakan pergantian waktu yang lama, misalnya pergantian tahun, musim, dan sebagainya.
Kemunculan transisi Dissolve bisa dibilang jarang karena gaya transisinya yang cukup mencolok.
Wipe

Jika Dissolve adalah jenis transisi yang memberikan kesan halus hingga transisinya tak disadari, Wipe adalah kebalikannya. Wipe tidak bersifat gradual, ada garis yang jelas ‘menghapus’ gambar sebelumnya dan digantikan oleh gambar berikutnya. Wipe memiliki beragam bentuk mulai dari Wipe dari kiri ke kanan, kanan ke kiri, atas ke bawah, bawah ke atas hingga Wipe berbentuk lingkaran yang makin kecil. Selain itu ada juga bentuk bintang, berlian, dan garis searah jarum jam.
Wipe yang masih populer digunakan sampai sekarang adalah Invisible Wipe, biasanya diterapkan ketika kamera bergeser untuk perpindahan adegan atau lokasi. Tipe Wipe ini dipasangkan dengan teknik match cutting yaitu teknik yang mencocokkan perpindahan satu gambar dengan gambar sesudahnya.
Cutaway

Seperti namanya, cutaway adalah teknik editing yang memasukkan gambar lain di satu adegan yang sama dan masih berhubungan dengan action karakter secara singkat lalu kembali lagi ke gambar sebelumnya. Contohnya ketika karakter tokoh sedang berada di dalam rumah lalu telepon berdering. Cutaway-nya adalah telepon yang sedang berdering, lalu kembali lagi ke karakter.
Umumnya cutaway diterapkan untuk menyesuaikan tempo dari adegan utama serta untuk menampilkan versi yang berbeda dari gambar utama. Cutaway juga bisa digunakan untuk ‘menambal’ gambar-gambar yang tidak diinginkan atau yang salah dari gambar utama.